nana1

nana1
Kota Tua, Jakarta

Senin, 13 Juni 2011

coretan nana*2

Hmmm sepertinya hari ini badanku terasa ada yang sedikit berbeda. Setelah semalam mata sembab gara2 nangis, aku nggak sadar kalau aku minum2an bersoda, tepatnya minta sedikit punya temen sekamarku. Bukan apa2 si, cuma pengen aja, soalnya temen sekamarku sering minum tapi aku jarang banget minum begituan, jadi aku mupeng gitu, haha.. Kesannya pasti aku kayak anak kecil banget, masih suka cengeng dan manja. Yah, itulah asumsi orang. Aku ya aku. Aku bukan boneka yang bisa di atur2 ini itu. Kalau aku nggak suka ya aku nggak mau, begitu juga sebaliknya. 
Semalem nggak tau kenapa aku bisa berubah jadi galau segalau2nya. Hatiku kerasa sakit..sakit banget. Aku berpikir, sepertinya ada yang salah pada diriku. Sepertinya baru sekarang aku merasakannya lagi setelah aku merasakannya 3 tahun silam. Saat itu aku merasakan hal serupa namun masih belum sedalam ini. Aku sadar, mungkin kedewasaanku yang mau nggak mau ikut berperan disini. Dulu usiaku masih belasan, jadi wajarlah kalau yang namanya patah hati. Nah, kalau sekarang ini, umurku udah memasuki kepala dua, so betapa pedihnya perasaanku, hiks :( 
Dengan seperti ini aku mulai sedikit lebih paham tentang kehidupan. Hidupku dan hidupmu entahlah, sepertinya nggak mungkin bersama. Begitu banyak rintangan yang harus kamu dan aku lewati. Kamu dari sana sedangkan aku dari situ. Sejauh apapun itu, perasaanku selalu mengatakan akan menunggumu. Tapi seolah justru kamu yang mencabik2 semua. Kamu yang seakan memang tak menginginkanku. Yang ada di benakmu sekarang mungkin aku terlalu hina.  Bahkan sekedar menginginkanmu, aku rela menunggu ketidakpastianmu. Asal kamu memberi sedikit ruang di hatimu, akan ku simpan hatiku disana. 
Namun semua terasa mimpi. Tamparan demi tamparan bertubi2 selalu datang. Aku disini tersiksa menantimu. Dan menangis sepertinya sudah tak terbendung lagi. Maafkan aku air mata, kamu keluar terlalu banyak dari biasanya. Bukan inginku untuk meluapkan sebanyak ini, tapi perasaanku yang menjadikanku selemah ini. Jujur, sudah terlalu banyak kebodohan yang aku perbuat gara2 hal ini. 
*Dan, sampai detik ini keyakinanku masih tetap bulat akan menunggumu hingga ujung waktu nanti. Kecuali jika aku sudah berada di lingkungan keluargaku, mungkin yang terbaik saat itu adalah menuruti keinginan keluargaku. Kesan perjodohan mungkin terdengar sudah nggak jaman lagi, tapi nggak ada yang nggak mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar