nana1

nana1
Kota Tua, Jakarta

Kamis, 31 Maret 2011

Masuk TIN, hmmmm ^_^

Apa sih enaknya di TIN? Banyak orang bilang TIN tuh nyebelin, sibuk, susah, nggak seru, cupu, dll. Hmm, sekarang jangan ada pikiran kayak gitu lagi deh. Soalnya, di TIN sebenernya nggak seperti dugaan-dugaan itu kok. Kalau nggak percaya, daripada basa basi mendingan langsung aja deh, hehe..
                Teknologi Industri Pertanian (TIN) merupakan salah satu departemen yang tergabung dalam Fakultas Teknologi Pertanian alias FATETA. TIN berdiri pada tahun 1980, dan saat ini Ketua Departemennya adalah Bu Nastiti. Reputasi terbaik di IPB telah dikantongi oleh TIN diantara departemen-departemen yang lain. Namun dalam rangka menuju akreditasi  oleh ABET, beberapa kurikulum di TIN mulai diperbaharui. Demi pembaharuan tersebut, TIN memiliki beberapa program unggulan yang dirancang sedemikian rupa sehingga output yang dihasilkan mencapai target yang diharapkan.
Program-program baru tersebut adalah adanya kurikulum baru yang tidak memberlakukan sistem minor khusus TIN, adanya “Capstone Course” untuk mahasiswa tingkat III yang akan melakukan Praktik Lapang (PL), adanya pemberlakuan absensi yang harus 100% kecuali kalau ada keperluan mendesak diperbolehkan ijin 20% dengan melampirkan surat keterangan dari departemen, adanya anjuran bahwa nilai huruf mutu “D” tidak disarankan untuk mengulang mata kuliah yang bersangkutan. Hmmm, jangan salah tafsir dulu yak! Justru dengan adanya perubahan kurikulum inilah yang membuat TIN menjadi departemen yang berbeda dari departemen-departemen lain. ^_^
TPB sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan saat memasuki jurusan. Walaupun terasa kaget dengan padatnya jadwal kuliah dan berbagai tugas, sensasi mengerjakan laporan juga tak kalah seru. Sebaliknya, dengan adanya mata kuliah baru TIN kalian akan mendapatkan sesuatu yang baru, yang bisa membuat kalian bangga  menjadi anak TIN. Mata kuliah baru bermunculan bagaikan debu yang berterbangan. Misalnya saja mata kuliah Teknologi Pengemasan, Distribusi, dan Transportasi (TPDT); Penerapan Dasar Rekayasa Proses (PDRP); Manajemen Lingkungan (ManLing); Satuan Operasi; Satuan Proses; Teknologi Bioindustri; Teknologi Minyak Atsiri, Rempah, dan Fitofarmaka; Teknologi Pati, Gula, dan Sukrokimia; Teknologi Minyak dan Lemak; dan masih banyak lagi. Selalu ingat, kalian di TIN nggak sendirian. Masa-masa mengerjakan laporan dan tugas-tugas yang segunung akan selalu terekam dalam memori. Bersama gurauan dan celoteh temen-temen TIN'ers, segala deadline tugas PASTI kelar.^_^
Banyak spekulasi-spekulasi miring tentang mata kuliah yang dianggap berbahaya dan menyeramkan. Tetapi spekulasi dan pemikiran seperti itu adalah contoh pemikiran yang kurang tepat. Justru dengan meningkatnya pengetahuan maka tantangan yang sesungguhnya sudah menanti di depan mata. Salah satu keunikan TIN adalah departemen yang tidak mengacu pada sistem minor di IPB. Setiap mahasiswa TIN wajib mengambil semua jumlah SKS yang ditetapkan oleh departemen. Jadi adanya bentrok jadwal minor atau SC bukanlah kendala lagi di TIN karena jadwal yang diatur cukup fleksibel. Adanya pemberlakuan absensi yang ketat bukan berarti mengekang mahasiswa tapi justru melatih mahasiswa untuk berperilaku disiplin terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Adanya anjuran bahwa nilai huruf mutu “D” disarankan supaya tidak mengulang adalah semata-mata untuk membuat mahasiwa termotivasi jangan sampai mendapatkan nilai D. Selain itu, dengan tidak mengulang mata kuliah yang terdahulu diharapkan target lulus tepat 4 tahun dapat terealisasi.
Positif thinking aja lah, jangan mikir dengan adanya kurikulum baru bisa menguras tenaga dan pikiran kalian saja. Jangan mikir juga kalau TIN adalah departemen yang menyeramkan karena dijadikan bahan percobaan menuju akreditasi ABET itu. Eits, jangan-jangan mulu nih, hehe.. Hmmm, yang pasti adalah mainset kita sendiri. Tanamkan dalam diri kita bahwa menikmati proses jauh lebih menyenangkan daripada mengeluhkan proses yang kita jalani karena semua akan indah pada waktunya. ^_^
Jadi, berbanggalah kalian menjadi mahasiswa TIN karena disana dilatih untuk menjadi mahasiswa yang siap melangkah maju di kemudian harinya. Setiap pengalaman adalah pembelajaran yang berharga dengan sejuta makna. Sebuah input yang terbaik akan menjadikan output yang terbaik pula, apalagi dengan sentuhan proses yang dirancang sedemikian sehingga diperoleh nilai tambah yang funtastis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar