nana1

nana1
Kota Tua, Jakarta

Selasa, 12 April 2011

ahrg.. NYEBELIN!!

Segalanya nggak ada yang sia-sia. Yupp, itu adalah pedoman yang aku percayai sekarang. Namanya juga belajar, kalau semuanya benar ya kita nggak akan tahu mana yang salah. Tepat hari ini adalah hari dimana aku masih merasakan ujian. UTS, sesuai namanya adalah Ujian Tengah Semester. Kali ini tepatnya baru tadi pagi aku ujian salah satu mata kuliah yang aku sukai. Tapi semua telah berlalu, yang ada hanya penyesalan kenapa nggak belajar lebih giat lagi? Hmm, aku bukan mahasiswa teladan yang jadi panutan orang-orang. Jadi wajar kalau aku terpuruk giliran orang-orang pada cerita tentang nilai-nilainya.
Pembelajaran mengajarkanku untuk selalu berusaha dalam setiap langkah yang ku tempuh. Pencapaian bukan hal yang istimewa bagi orang-orang yang tidak sama sekali menghargai makna perjuangan. Prinsipku adalah bagaimana mulai merubah hal-hal sepele yang selama ini terabaikan. Ada yang menggelitik hati nuraniku yang selama ini hampir nggak pernah di gubris oleh kebanyakan orang. Indonesia butuh perubahan supaya lekas bangkit dari kebobrokan yang kian parah. 
Bermula dari ujian hari ini, tepatnya di salah satu ruangan di Fateta, aku memetik hikmah itu. Aku duduk di bangku urutan ke 4 dari depan dan baris ke 2 dari samping kanan. Ketika soal dan lembar jawab telah dibagikan, aku menyiapkan berbagai keperluan di mejaku. Aku mengambil pulpen, tipex, dan yang paling penting adalah kartu ujian. Saat menoleh ke arah samping, temanku yang bernama X tersenyum padaku sambil berbisik, "Jangan lupa ya Sa, kalo bisa bantuin.." Hmmm, itu adalah gangguna pertama yang aku rasakan. Yang ada di benakku seketika adalah kenapa nih orang, baru juga megang kertas soalnya, udah mikir-mikir yang negatif aja. Pakai minta bantuan segala pas ujian lagi,,hadeuh..Inilah yang membuatku nggak suka kalau ujian tapi duduk di bangku tengah atau belakang. Aku paling nggak suka kalau ada yang melakukan tindakan apapun yang ada hubungannya sama MENYONTEK. Beuh,, bisa berbuntut panjang tu kasus. Maaf kalau di kira sok pinter dan sok suci. Tapi inilah pilihan hidupku ^^ (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar