nana1

nana1
Kota Tua, Jakarta

Sabtu, 15 Oktober 2011

"bintang+hujan"

     Bintang,sesosok benda langit yang paling aku tunggu tiap malam. Bahkan aku rela menempuh perjalanan yang lumayan jauh supaya aku bisa bebas memandangi kelap kelipnya. Karena dewasa ini aku berdomisili di Bogor, aku mencari tau dari beberapa teman dimana tempat yang paling seru untuk menikmatinya. Berdiri di puncak sebuah bukit memang salah cara ampuh yang aku lakukan. Perjalanan yang harus aku lalui memang tak sebentar, kurang lebih 1,5 jam dari kosan. Belum lagi ditambah jalanan yang macet disana sini yang semakin buat emosi naik turun.
     Namun semua perjuangan yang melelahkan tadi tak terasa sia-sia setelah sampai disana. Kelap kelip yang biasa aku lihat dari atas genting kosan serasa ada di depan mata. Puas dengan beberapa saat melihat keindahan itu, selanjutnya rintangan lain datang. Sepertinya langit mulai mendung. Kabut mulai menutup keindahan kelap kelip itu. Kedatangan kabut itu semakin membuat aku menggigil kedinginan. Angin malam mulai menunjukkan jati dirinya. 
     Alhasil beberapa menit kemudian rintik-rintik hujan mulai menetes ke bumi. Hujan yang berawal dari gerimis mulai semakin deras. Beruntung sekali karena hujan itu tak berbagi dengan petir. Hujan menunjukan aksinya hingga bau tanah pertama kali saat muncul hujan tercium di hidungku. Suasana yang kurasa semakin dingin. Sweater yang kupakai sepertinya kurang tebal melindungi tubuhku yang minim akan lemak. Tapi itulah kenikmatan yang allah tunjukan pada manusia. Bersyukurlah dengan apa yang telah allah karuniakan pada manusia.

*Kado terindah saat aku bersamamu. Menikmati bintang dan hujan. Setidaknya bintang dan hujan selalu mengingatkanku padamu. Entahlah kalau dirimu bagaimana. Terima kasih telah mengenalkanku padanya ya allah. Aku beruntung pernah bersamanya walaupun bukan untuk selamanya. Aku percaya, pasti ada seseorang yang terbaik yang kau pilihkan untuk aku. Karena sampai detik ini puzzle itu belum terpecahkan. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar